Monday, 22 March 2010

MENGURANGI MAKANAN YANG DIAWETKAN

Sekarang ini banyak makanan dan minuman yang dijual dicampur dengan bahan pengawet. Apa tujuannya? Ya tentu saja supaya awet, jika pada hari itu barang jualan tidak habis, kan masih dapat dijual lagi. Seberapa awetnya makanan/minuman tersebut? Ya ada yang 2 hari, 3 hari, mungkin seminggu, bahkan bisa lebih lama lagi. Seawet itukah? Ya lihat sekeliling kita, kue-kue basah memang waktunya pendek, namun kue kering, bisa ada yang sebulan awetnya. Lihat tanggal kedaluwarsanya. Makanan kecil yang banyak ditujukan untuk anak-anak, awetnya bukan main. Apakah bahan pengawet itu tidak berbahaya bagi kesehatan kita, khususnya anak-anak? Banyak orang mengatakan, ya apapun kalau kebanyakan ya tentu saja bahaya, tidak hanya pengawet, walaupun makanan alami kalau kebanyakan ya bahaya. Perhatikan kalimat itu. Orang-orang tersebut banyak yang asal menjawab. Banyak juga diantara mereka yang membuat hal-hal menjadi netral, maksudnya gak apa-apa, gak perlu terlalu dipikirkan, asal tidak kebanyakan ya sudah gak apa-apa. Kelompok orang seperti ini tidak mau berpikir panjang. Memang mereka telah berpikir mencari amannya saja, namun mereka tidak memikirkan batasan 'tidak banyak itu seberapa.' Buktinya disana-sini, di kampung-kampung, di sekolahan, terutama SD dan SLTP, ya ampun, makanan yang dijual murah, pedas, asin, masam, warna-warni dsb-nya. 

Kalian yang sedang duduk di bangku SLTP, mendapatkan pelajaran ini, kimia dalam kehidupan sehari-hari, yang tergolong kimia terapan. Ibu menghimbau kalian yang sudah di SMA/MA atau sekolah kejuruan yang mendapatkan pelajaran IPA. Beritahukan kepada adik-adik kalian, atau minta mereka untuk menggunakan blog ibu ini. Hal ini sangat penting untuk pemahaman mereka, kemudian bagaimana mereka menerapkannya dalam hidup sehari-hari, bagaimana mereka harus menyikapi kesehatan mereka agar jangan sampai gara-gara kebanyakan atau terlalu sering makan makanan yang mengandung pengawet atau zat sejenisnya, mereka menjadi kurang sehat, bahkan proses belajarnya terganggu. Ayo, motivasilah mereka, sebaiknya lagi, jelaskan kepada mereka, beri contoh cara hidup yang lebih baik. 

Kali ini ibu benar-benar mengundang kalian untuk ikut serta memikirkan, melakukan, mensosialisasikan hidup sehat alami, atau paling tidak pentingnya menghindari bahan pengawet dan sejenisnya, atau mengurangi kebiasaan makan makanan yang ada pengawetnya.

Pada kesempatan lain ibu akan terus berupaya menulis sesuatu yang sangat penting untuk kalian, juga untuk ortu kalian, bagaimana hidup lebih baik dengan cukup murah, halal, sehat, dan dapat meningkatkan daya pikir dan nalar. Apakah sehat ada hubungannya dengan peningkatan kepandaian? Ya tentu saja berhubungan.
   


No comments:

Post a Comment

Post a Comment